about us

about nima

Umm sebenernya si ga pede juga bwt curhat kek gini, apalagi klo ngomongin si 'dia'... #malu
Klo diliat sekilas udh ketauan kok bedanya kita... aku yg alim, kalem, polos & pendiem... sedang nima tuw yg bawel, rame, riweh & mandiri. Tapi gara-gara banyak beda akhirnya malah bikin kita cepet deketnya... bener2 cepet loo... saking cepetnya bisa dibilang "first met, first go"... kata nima si, semua gara2 "klik"...

Nima itu apa adanya. Nima itu blak2an. Nima itu cantik (bisa dibuktikan berapa cowo yg udah dia hancurkan hatinya... #hohohoho). 

Dia pinter... dia bisa jadi temen-pacar, pendengar-pembicara, guru-murid, tempat sampah-sampahnya, bos-anak buah...pokoknya dia bisa jadi apapun yg aku butuhkan dan aku cari pd diri seorang wanita... #haiiishhh
Nima itu ngeyelan...tapi ngeyelnya selalu beralasan. Nima itu keras kepala... bahkan saking kerasnya udah ngalahin batu merapi... tapi bisa diluluhkan dengan kesabaran & penjelasan...
Trus nima itu moody-an...fiuuuhhh... jangan tanya deeeh klo lagi kumat... mending jauuuuuuh2... Tapi bukan berarti klo lagi seneng trus jadi aman-aman aj...usilnya pasti muncul deeh...alhasil KDRT pasti terjadi...entah nyubit, itik2, acak2 rambut...duhhhh ~ ~ \(!!˚☐˚)/

Bagi dia, cinta itu kentut. Ditahan sakit, tapi klo dikeluarkan baunya nyampe mana-mana.. (analogi yang aneh dari orang yang aneh juga...)
Tapi munkin karena prinsip itu, makanya dia bisa mencintaiku dengan setulus hatinya...gak pernah ditahan2. Lagian, selama 'bau' cintanya wangi si, mo dikeluarkan juga gak masalah...asal cm dikeluarkan buat aku seorang #hahahaha...

Nima itu cereweeet (kalo pas gak moody)...selalu ada aj omongan dia, ceria dan penuh dengan cerita-cerita yang diceritakan ulang olehnya dengan gayanya yang kekanakan, kadang sedikit manja dan lucu..
Pikirannya logis abiiisss..kadang sampe ak gak percaya klo dia tuh bukan anak exact. Dia selalu tanya banyak hal yang bahkan untuk hal-hal yang menurutku gak butuh alasan. Salah satunya adalah alasan kenapa aku mencintainya, nima gak henti-hentinya menanyakan ,"mengapa?", "apa?", "bagaimana?", "kok bisa begitu?"... pliiss nima untuk yang satu ini aku bener2 gak punya alasan apapun.. #hiks

Nima itu penghibur...dia tau bagaimana membuat mendung dihati, pikiran & jiwaku menjadi ilang dalam sekejap... (˘⌣˘)
Dia mengajariku tentang bagaimana menikmati bahagia sederhana, seperti sekedar chit-chat di sore hari sambil minum teh, bersepeda berkilo-kilo meter tanpa tujuan, jalan-jalan trekking blusukan gak jelas, foto2 narsis berpuluh2 bahkan beratus2 jepretan di tempat2 yang mungkin bahkan orang malu foto disitu... #tepokjidat 
Dan benarlah dia, karena aku bisa selalu tersenyum bahkan terbahak-bahak saat kami saling menertawakan kebodohan kami sendiri.

Seperti juga nima, aku gak punya mimpi terlalu muluk, aku cuma pengen selalu bersama dia...punya nima & dedy junior...bikin keluarga yang gokil, bahagia, sejahtera, damai dan sentosa... \(´▽`)/

Luv u soo much, non... #krik-krik

about dedy

Smart itu kesan pertama saya tentang dedy, dan dudul adalah kesan berikutnya....
Bagi saya sesederhana itulah seorang pasangan hidup yang tepat. Dedy dengan semua kebodohannya yang membuat saya merasa hebat disampingnya, dan Dedy yang selalu menemukan cara membuat saya tersenyum kembali membuat saya merasa beruntung memiliki dia.
Tidak banyak hal yang saya inginkan dari seorang pasangan hidup. Dari dulu saya hanya mencari sebuah sore yang sempurna, ‘a perfect afternoon’ begitu selalu saya katakan pada teman-teman dekat saya. Dan saya mendapatkannya dengan Dedy, bermula dari obrolan singkat kami tentang kesamaan hobi kami dalam mengoleksi buku, kami mulai terbiasa duduk mengobrol dengan secangkir teh hangat di tangan kami...sesederhana itu, ya dan itupun sudah terasa begitu mewah bagi saya dan dedy.
Menghabiskan sore bersama dedy berarti berhenti menjadi nima yang berpura-pura. Saya terbiasa menjadi perempuan yang taft, namun disampingnya saya bebas meluapkan semua keluh kesah saya sehari penuh di kantor...adalah dedy yang selalu tersenyum lalu menepuk pundak saya,”Kalo kemaren aja kamu bisa non, kalo cuma begitu cemen dunk, semangat ya non.”
Dialah pria yang dengan senang hati mengingatkan saya untuk sejenak berhenti dari rutinitas saya untuk bermain dengan teman-teman saya, meluangkan waktu untuk pulang ke rumah setiap weekend, bahkan jika itu berarti dia harus rela tidak menghabiskan malam minggu bersama saya seperti pasangan-pasangan lainnya.
Dia pria yang sempurna bagi saya, karena saya menjadi begitu spesial bersamanya.
“Gak usah dandan non, kamu udah cantik, kamu sudah sempurna seperti setiap sore.”
 thanks a lot Hubbie...

how we met

Cinta itu bisa datang dalam berbagai bentuk...bisa dari temen jadi demen, dari dijodohin atau seperti yang terjadi pada kami dari kamera turun ke hati....Seperti halnya yang terjadi pada kami, seonggok nima dan dedy yang tidak sengaja bertemu dalam waktu yang ehem...’tidak tepat’.
Well, kami bertemu pada 18 Oktober 2011 tepat saat Jogya sedang sibuk menyiapkan royal wedding putri Sultan waktu itu. Awalnya se dikenalin sama 'seorang teman berinisial CL' yang dengan semena-mena saya panggil ‘mamah’. Kita ketemu karena kebetulan saya meliput acara dimana ada dedy di dalamnya. Disitulah saya dikenalkan dengan dedy, dan sesuai adat di kantor bahwa dikenalin adalah sinonim dari dijodohkan, maka sudah bisa ditebak perkenalan itu berlanjut dengan ajakan makan siang.
Dan entah dengan alasan jaim atau masih malu-malu, nima jelaaas menahan diri untuk mengiyakan, tapi rupanya perjuangan dedy tidak berakhir disitu. Ajakan pun berlanjut, sampai akhirnya dia berniat datang ke kos saya. Dan sepertinya cupid belum berpihak pada kisah kami karena dia harus kecelakaan persis sebelum dia sampai ke kosan, jadilah kencan pertama kami tidak dihabiskan dengan candle light dinner atau nonton film romantis, tapi justru sibuk mengobati lututnya yang babak belur.
Sampai hari ini saya masih harus menahan tawa mendengarnya berkelakar bahwa sayalah satu-satunya perempuan yang didapatkannya dengan berdarah-darah (dalam arti harfiah tentu saja)